Selamat Datang di Website Resmi Desa PEMDES PLUMPANG PLUMPANG DESA DIGITAL

Artikel

Sejarah Desa

26 Agustus 2016 15:38:09  Admin Desa  1.030 Kali Dibaca 

Asal Usul Nama Desa Plumpang

Desa Plumpang sebuah desa kecil yang berada diujung selatan Kabupaten Tuban, masuk dalam wilayah atministrasi kecamatan yang bernama sama yaitu Plumpang.

Alkisah tokoh pewayangan Semar, Gareng, dan Petruk saat itu merasakan kalau bumi serong/miring karena posisi gunung kidul yang tidak seimbang (yang satu kecil dan yang satu besar). Semar berrencana memindahkan gunung yang kecil ke suatu tempat, untuk menyeimbangkan posisi gunung kidul. Mereka berunding menyusun rencana pemindahan gunung tersebut, malam itu juga mereka akan memindahkan gunung kecil itu.

Kemudian mereka bertiga mengambil kayu kelor dan daun sembu’an, tidak lama kemudian mereka sampai di gunung kidul dan memikul gunung yang kecil  itu dengan kayu kelor yang dibalur pohon sembuan. Dalam perjalanan malam itu, ada dua batu terjatuh di suatu tempat,  mereka terburu-buru karena mendengar orang yang memukul-mukul bakul (tempat nasi) pertanda hari akan pagi dan karena takut ketahuan orang, maka mereka meninggalkan batu tersebut, hingga sampailah mereka di suatu tempat untuk meletakkan gunung itu,

Sedang dua batu yang tertinggal di suatu tempat tadi yang mirip dengan “Alu” (alat untuk menunbuk padi) dan “Lumpang”  (tempat menunbuk padi) maka Semar, Gareng dan Petruk menamakan tempat itu Alumpang nama “alu dan lumpang” hingga menjadi sebuah desa yaitu Desa Plumpang dan menjadi nama desa. Sampai sekarang batu yang berbentuk alu dan lumpang itu masih ada.

Untuk memberikan gambaran tentang kejadian mari kita simak penggalan kisah berikut.

Pada suatu masa ada tiga tokoh pewayangan yaitu Semar, Gareng, dan Petruk yang merasa kalau bumi itu serong/miring karena posisi gunung kidul yang tidak seimbang (yang satu kecil dan yang satu besar) salah seorang tersebut yaitu semar berinisiatif memindahkan gunung yang kecil ke suatu daerah untuk menyeimbangkan posisi gunung kidul. Mereka berunding untuk menyusun rencana pemindahan gunung tersebut, malam itu juga mereka akan memindahkan gunung kecil itu ke suatu daerah,

Semar : Wahai anak-anak ku gareng dan petruk

Petruk & Gareng : Iya Romo....!!!!

Semar : Apakah engkau merasakan sebuah keganjilan pada bumi yang kita diami ini, anak ku………..???

Gareng : Saya merasakan bahwa bumi agak miring (kemudian gareng bertaya pada petruk), gimana kakang ku petruk.

Petruk : Mungkin perasaan kita aja Reng, (sambil memandang Gareng)

Semar : Saya rasa bumi kita ini agak miring ke selatan dan tidak seimbang, bagaimana kita pindahkan gunung kidul yang kecil tersebut ke utara.

Gareng & petruk : Setuju Romo.......!!!!!

Kemudian mereka bertiga mengambil kayu kelor dan daun sembuan, tidak lama kemudian mereka sampai di gunung kidul dan memikul gunung yang kecil  itu dengan kayu kelor yang dibalur pohon sembuan setelah dipikul di tengah perjalanan ada dua batu yang jatuh di suatu daerah  karena mereka terburu-buru karena ada seseorang yang memukul-mukul bakul (tempat nasi) yang tandanya hari akan pagi dan karena mereka takut ketahuan orang maka mereka meninggalkan batu tersebut di daerah itu. Akhirnya Sampailah mereka disuatu tempat untuk meletakkan gunung itu,

Semar (duduk & berkata) : Akhirnya tugas kita sudah selesai dan sekarang bumi kita sudah tidak miring lagi dan posisi gunung kidul sudah seimbang.

Petruk & Gareng : Iya Romo tugas kita selesai dan pagi pun belum datang.

karena semar, gareng, dan petruk memindahkan satu gunung yang kecil untuk menyeimbangkan gunung kidul maka mereka memberi nama gunung Ngimbang yang sampai sekarang terletak di Desa Ngimbang kecamatan Palang Kabupaten Tuban.

Dan dua batu yang tertinggal di suatu daerah tersebut mirip ALU( alat untuk menunbuk) dan LUMPANG (tempat menunbuk) maka semar, gareng dan petruk menamakan daerah itu plumpang yaitu nama “alu dan lumpang” yang di jadikan satu menjadi yang sekarang menjadi Desa plumpang dan menjadi Kecamatan Plumpang yang terletak di Kabupaten Tuban sampai sekarang batu yang berbentuk alu dan lumpang itu masih ada. Dahulu batu tersebut akan dipindahkan ternyata batu itu kembali lagi ke tempat semula dan akan di pindahkan lagi tetapi tidak bisa. Alhasil batu itu sejak dahulu sampai sekarang masih ada tempat itu sekarang dijadikan makam Desa Plumpang dan batu itu berada di tengah-tengah makam yang dikelilingi pagar besi dan menjadi asal-usul Desa Plumpang. 

 

Kirim Komentar


Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 


Aparatur Desa

Jadwal Waktu Sholat

Tuban adalah Kita

Layanan Mandiri

    Silakan datang atau hubungi operator desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.

Sinergi Program

Website Tuban
Pengaduan Masyarakat
Covid Jatim
Covid Tuban
JDIH Kabupaten Tuban

Agenda

Info Media Sosial

Komentar Terkini

Statistik Pengunjung

  • Hari ini:57
    Kemarin:226
    Total Pengunjung:50.388
    Sistem Operasi:Unknown Platform
    IP Address:3.239.4.127
    Browser:Tidak ditemukan

Arsip Artikel

29 Juli 2013 | 1.434 Kali
Informasi Berkala
26 Agustus 2016 | 1.030 Kali
Sejarah Desa
20 April 2014 | 625 Kali
Pelayanan Nikah
26 Agustus 2016 | 591 Kali
Wilayah Desa
21 April 2020 | 528 Kali
Tuban Raih Penghargaan di Bidang Teknologi Informasi, Ini Rahasianya
30 April 2014 | 522 Kali
Redaksi
21 April 2020 | 512 Kali
PWI dan PT SI Berikan Pelatihan Jurnalistik dan Optimalkan Website Desa
20 April 2014 | 443 Kali
Pelayanan KK
26 Agustus 2016 | 1.030 Kali
Sejarah Desa
18 Mei 2022 | 218 Kali
Motif batik khas Plumpang "Paren"
04 Februari 2022 | 240 Kali
WASPADAI OMIKRON, KADES PLUMPANG PIMPIN LANGSUNG VAKSINASI
20 April 2014 | 444 Kali
Pelayanan e KTP
07 Mei 2022 | 265 Kali
Tongklek sebagai seni khas Tuban
23 Februari 2022 | 251 Kali
GERAK CEPAT PEMDES PLUMPANG CEGAH DEMAM BERDARAH